Pendidikan itu, Penting! (2)



Melanjutkan dari tulisan sebelumnya.

Ada beberapa teman yang telah menanggapi tulisan saya sebelumnya. Dan berpendapat, bahwa pendidikan apapun penting, tapi akhlaknya yang baik jauh lebih penting.


Memang pendidikan itu penting. Dan saya tidak hanya memfokuskan pada satu cara untuk mendapatkan itu, yaitu pendidikan secara formal, bukan. Pendidikan bisa didapatkan melalui pendidikan formal maupun non-formal.


Memang benar, orang yg berilmu harus diimbagi dengan akhlak yang baik. Jika tidak, maka salah satu contohnya sudah kita lihat di layar kaca kita saat ini. Yaitu orang-orang yang dengan kasus korupsinya tenar dimana-mana beritanya.

Kenapa hal seperti itu bisa terjadi? Sudah jelas kita pasti tahu jawabannya, dikarenakan ilmu tinggi namun tidak diimbangi dengan akhlak yang baik.

Mereka yang terbelit kasus tersebut, ilmu yang dimilikinya sudah tidak diragukan lagi. Gelar yang disandang pada namanya pun beragam, bahkan ada yg memiliki lebih dari satu gelar dinamanya. .
.

Miris memang, ilmu yang mereka miliki dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Namun, itulah dampak dari seseorang yang berilmu namun akhlak baik tak berdampingan padanya. .
.

Untuk itu, pendidikan memang penting. Tapi seharusnya, ilmu yang didapat harus diringi dengan akhlak yang baik pula. Sehingga memberikan dampak baik serta bermanfaa untuk diri sendiri maupun sekitar. Bukan membuat keresahan untuk orang banyak.

Mari, perbaiki akhlak sejak dini.
Karena hidup, harus lebih berarti.

28 Mei 2017
23:30 WIB
Little Queen

Pendidikan itu, Penting!


:


Kini, segelintir orang berpendapat. "Untuk apa menempuh pendidikan yang memakan waktu lama, sedangkan kebanyakan kisah sukses yang kita dengar berasal dari orang-orang yang tidak mengenyam pendidikan secara utuh, bahkan ada yang tidak sama sekali. Dan orang-orang yang mengenyam pendidikan tidak menjadi apa-apa". Sungguh, ini sebuah ironi. Dimana pada pendapat ini, sebuah pendidikanlah yang menjadi terpojokkan.


Sesungguhnya, pendidikan itu penting untuk siapa saja, tidak mengenal, ras, maupun taraf kehidupan. Semakin Anda terdidik dan memiliki ilmu, maka derajatmu akan semakin tinggi di hadapan-Nya. Seperti yg tercantum dalam Al-Qur`an surat Al-Mujaadilah ayat 11 : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.


Jadi bukan pendidikan yang menjadi kambing hitam. Tetapi orang-orang yang mengemban ilmu tersebut yang terkadang tidak mensyukuri nikmat mendapatkan ilmu tersebut. Menganggap dirinya lebih pandai, sedangkan hanya kesombongan yg semakin besar pada diri. "Tong kosong nyaring bunyinya"

Ah saya mah miskin, boro-boro buat pendidikan buat makan aja susah.
What? Inget, Sis Bro.
Allah itu Maha Pemurah dan Maha Pengasih.

Mau apa? Tinggal bilang.
Minta terus, minta sama Dia. Mewek abis sholat, dzikir diperkuat. Masa sih, Dia engga kasian? Engga mungkin! :blush::innocent:
Ibaratnya ya, kaya ada Ibu yang punya anak. Terus anak minta terus, sambil mewek, mana ada yang tega.
Eits, tapi Dia engga gitu aja langsung beri permintaan kalian lho.
Loh ko bisa? Ya bisalah.
Dia mau tau, sampai mana kesungguhan kalian. Lewat usaha-usaha untuk mencapai itu. Masa Mewek abis sholat, dzikir diperkuat, tapi kerjaannya seharian cuma tidur, ya engga bisalah.. So,
Pendidikan itu, Perlu!
Cuma, tergantung si Pribadi tersebut dalam menerima ilmu yang didapat.

Semangat, dalam menuntut ilmu!
Karena istirahatmu, di Surga.

Hanya catatan kecil di malam minggu.
Mohon maaf, bila ada salah kata. :relaxed: .
27 Mei 2017
-Little Queen-

Bagaimana sosok Seorang Pemimpin?

Assalamu'alaikum..

Ini sedikit cerita yang agak serius.
Kenapa ya? mungkin karena ada kata 'Pemimpin' di judulnya. :)

Oh iya. Apasih pemimpin itu?
Hmm, kalo orang ,lain  biasa mendefinisikan adalah orang yang berada di posisi paling depan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. So, itu engga salah kok. Namanya juga pendapat, ya pasti benar. Mungkin terkadang kurang tepat aja.

Apa sih "Pemimpin'? Iya, orang yang selalu di elu-elu kan oleh anggota atau staffnya. Berusaha selalu diposisi paling depan, dan mau menanggung resiko besar dari keputusan-keputusan yang terjadi. Mereka bersikap bijak dan mengayomi seluruh elemen yang ada.

Tapi nyata, fenomena yang terjadi dikalangan pemerintah, masyarakat bahkan tingkat sekolah/universitaspun masih sangat minim akan sifat kepemimpinan yang ada pada jiwa para pemimpin tersebut.Ada yang menyalah gunakan kepemimpinanya hanya untuk kesanangan semata, ada juga yang memilih pemimpin karena ingin berada diposisi paling atas agar dihormati banyak orang, dan lain sebagainya.

Jadi seorang pemimpin itu tidak mudah. Tapi yang saya bingungkan adalah kenapa banyak dari setiap insan memilih untuk menjadi seorang pemimpin. Padahal dengan beban dan tugas-tugas berat yang diembannya, banyak orang yang memilih akan hal itu. Ya, memang tak ada yang salah dengan seseorang yang memilih akan posisi itu. Tapi sangat disayangkan adalah jika seseorang memilih dirinya sendiri untuk menjadi pemimpin dan merasa dirinya layak akan hal itu, dan ketika masa kepemimpinannya sedang berjalan "Sang Pemimpin" itu malah melalaikan tugas-tugasnya sebagai pemimpin. Mungkin karena dia merasa, memiliki anggota, staff ataupun bawahannya yang bisa menurutnya mampu dia diandalkan.

Hal tersebut sedang saya rasakan saat ini. Dimana sosok pemimpin yang seharusnya memimpin malah hilang begitu saja. tugas-tugas yang seharusnya dia yang melaksanakan, jadi dilimpahkan kebagian bawahnya. Lela, letih, capek, bahkan sampai tekanan batin dirasa. Sedang ketika memang membutuhkan sosoknya, dia menghilang begitu saja tanpa memberi kabar maupun kepastian. Iya, memang mungkin sibuk. Bahkan bukan hanya dirinya yang sibuk akan aktivitas lainnya. Tapi, apakah itu yang dinamakan sosok pemimpin, bagaimana bisa pemimpin mengabaikan tugas-tugasnya. Sedangkan dia menjadi sosok yang terkadang dicontoh oleh yang lain.

Lantas, kalau sudah seperti itu bagaiamana?
Kita yang salah memilih dia sebagai pemimpin?
atau dia yang tidak amanah dengan tugas sebagai pemimpin yang sedang diembannya? :)

Dan akhirnya adalah saya membuat kesimpulan. Dengan kejadian yang sudah terjadi, ini adalah bukan salah yang memilih. Karena memang sejak awal sebelum kepemimpinannya berlangsungpun dia sudah berkomitment untuk menjalankan amanahnya dengan baik dan berusaha untuk selalu ada ketika dibutuhkan. Tapi ketika sudah terjun dilapangan bukan itu yang terjadi. Jadi sudah pasti dia bukan sosok pemimpin yang amanah. Setidaknya jika ada urusan lain yang mendadak ataupun hal apapun itu ya memberi kabar pada yang lain. Ini jangankan memberi kabar, ditanya pun tak satupun yang terjawab. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Dan akhirnya semua tugasnya dilepas begitu saja, karena dia berfikir ada yang bisa menanganinya sampai tugas itu selesai. Tanpa memikirkan bagaimana lelahnya dan rasa tanpa rasa bersalah..


Bukan menyalahkan sosok pemimpin. Tapi cobalah bijak dan amanah akan tugas yang sedang di emban. Jangan pernah befikir bahwa karena kalian berposisi dibagian paling atas, sehingga mampu berbuat sesuka yang ingin dilakukan. Coba pikirkan orang-orang dilingkungan sekitar yang sedang kita pimpin ,apakah mereka merasa nyaman dan apakah diri sudah mampu menjadi sosok pemimpin yang ideal, ideal disini adalah mampu melaksanakan komitmen yang sudah dipilihnya sejak awal.

So, Jika ada mejadi seorang pemimpin. Cobalah bijak akan hal apapun. Rangkul semua elemen dan divisi ataupun staff yang ada. Karena setiap jabatan atau amanah yang kita emban, nanti akan ada pertanggung jawabannya di akhirat. Mari buat catatan akhirmu lebih baik Sobat..

- Aku yang rindu sosok pemimpin yang Ideal-

Aku Malu Menjadi Mahasiswa Beastudi Full S1 di STT Nurul Fikri





Kenalin,  nama lengkap Aku Umul Sidikoh biasanya orang-orang panggil dengan sebutan Umul. Bisa dibilang, salah satu mahasiswa yang masih berumur sangat muda, karena di umur 19 tahun sudah  memasuki semester 6 di STT Nurul Fikri. Aku lahir di Tangerang, 13 Mei 1997. Tempat tinggal Aku masih di Tangerang, cuma sekarang udah mulai nge-kost di daerah Depok. Cita-cita Aku sih jadi pengusaha karena sifatnya fleksibel dan tidak dituntut oleh atasan, dan menjadi penulis buku atau novel. Hobi Aku pertama menulis, yang lainnya olahraga, travelling, touring, baca-baca. Kalo ditanya tentang motto hidup, ya Aku jawabnya “Lakukanlah yang terbaik, atau tidak sama sekali ( Do be The Best, or Nothing) “.

Berlatar belakang Siswa SMA jurusan IPA, di salah satu sekolah negeri di Kota Tangerang. Sejak SMA, pelajaran yang paling disuka yaitu Kimia(Chemistry). Entah, padahal itu pelajaran lumayan sulit, dimana harus hafal ikatan-ikatan kimia, yang pasti bukan ikatan aku dan kamu *eh. Namanya juga SMA negeri, ya pastinya pas lulus SMA maunya juga kuliah di Universitas/Kampus negeri. Dari SD-SMA memang sekolahnya negeri, makanya ingin nantinya kuliah negeri juga. Sekolah dasar di SDN BOJONG 04, sekolah menengah pertama di MTsN Cipondoh Tangerang, dan sekolah menengah atas di SMAN 9 Tangerang.

Menjelang Ujian Nasional (UN) formulir pendaftaran dan kelengkapan berkas untuk mendaftar di kampus-kampus favorit-pun disiapkan, dan pilihan jurusan pastinya jurusan kimia. Berniat menjadi seorang kimia analyst, biar bisa menemukan ramuan anti galau (eh salah, biar kesukaan terhadap pelajaran kimia lebih tersalurkan dan juga lebih dalam lagi ilmunya).

Daftar melalui jalur SNMPTN, yaitu lewat nilai Raport. Namun belum menjadi risky Aku. Dan akhirnya mencoba dijalur SBMPTN, dan ternyata masih belum lolos juga. Melihat teman-teman pada lolos di PTN, rasanya hati gundah gulana. Tidak cuma sampai disitu, tiap PTN punya jalur untuk penerimaan mahasiswa barunya. Misalnya di Universitas Indonesia (UI) ada SIMAK UI dan dikampus lainnya tidak jauh beda. Dan akhirnya Aku mencoba di UIN Syarif Hidayatullah, berangkat bareng-bareng sama temen-temen SMA. Pas di pengumuman kelulusan, kenapa mereka lolos seleksi dan Aku engga? . Sempet ngedrop perihal masuk PTN tersebut, dan akhirnya berniat untuk mengikuti tes di tahun berikutnya saja.

Oke, selang beberapa bulan lulus. Tidak kuliah, rasanya jadi manusia engga jelas dirumah. Dan tiba-tiba dapet info dari salah satu Ustadz, ada Beasiswa Studi Berprestasi di STT Nurul Fikri, Depok. Dan Aku berfikir, mungkin ini salah satu jawaban do’a Aku selama ini.

Tanpa berfikir dengan waktu yang lama, berkas-berkas yang merupakan syarat untuk lolos jadi mahasiswa BEASTUDI pun dipersiapkan. Oke, and then itu pertama kalinya ke Depok sendirian untuk serah berkas ke kampus. Selang beberapa hari, ternyata buka website nurulfikri.ac.id Aku lolos seleksi berkas. Langkah selanjutnya dari seleksi berkas adalah seleksi akademik dan seleksi wawancara.

Sempat kaget sih, anak IPA tiba-tiba ketika seleksi akademik ternyata soal-soalnya jauh berbeda dengan  pelajaran di SMA dahulu. Waktu tes wawancara diselingi dengan tes baca Qur’an, masih inget banget dulu yang tes Bapak Mgs Hendri (Alm), semoga beliau bahagia di Surga-Nya sekarang.
               
Langsung ke intinya, akhirnya Aku Umul Sidikoh lolos Beastudi Penuh S1 di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Pokoknya bersyukur banget, ternyata Allah punya jalan-Nya sendiri biar Aku bisa kuliah dan engga gundah gulana. Disaat orang-orang pusing mikirin biaya kuliah yang katanya melangit, Aku udah engga pusing mikirin hal itu, yang penting Aku bisa kontribusi dan jalanin apa yang ada pada surat perjanjian Beasiswa Penuh S1 tersebut.

Awalnya Aku bangga, dengan beasiswa yang Aku dapatkan itu. Tapi semenjak masuk ke dunia perkuliahan, kok Aku malah malu menerima beasiswa tersebut. Kesannya Aku ngerasa berbeda dengan teman-teman lainnya yang  bisa biaya kuliah dengan bayaran mereka sendiri. Mulai dari ngumpul-ngumpul, ngerjain tugas, ngobrol asik dsb. Seperti ada kubu tersendiri dengan mahasiswa regular biasa dan mahasiswa beastudi.

Akhirnya kesan tak nyaman pun terasa, Aku ngerasa perbedaan itu mulai muncul. Entah, apa yang melandasi hal itu sehingga timbul kubu-kubu seperti itu. Nah Aku malah malah engga mau ambil pusing perihal hal-hal kaya gitu, jadi mulai di abaikan. Memang niatnya dikampus untuk kuliah, menimba ilmu dan berprestasi. Kenapa harus malu jadi Mahasiwa/I Beastudi? Sedangkan kamu sudah dijamin untuk kuliah tanpa harus memikirkan biaya kuliah yang kini melangit. Seharus kamu-kamu yang mendapatkan kesempatan itu, bersyukur. Karena banyak dari teman-teman kalian, yang kuliah hanya menjadi angan-angan mereka. Dan sekarang, ketika diberikan kesempatan untuk kuliah, maka maksimalkan kesempatan itu.

Di STT ada beberapa jabatan dan organisasi yang  udah Aku pilih dan laksanakan. Tahun 2015, Aku ngejabat sebagai staff Departemen Kemuslimahan LDK SENADA STT NF dan merangkap jabatan sebagai Staff Pendidikan & Keilmuan BEM STT NF 2015, Aku pernah menjadi salah satu pegurus terbaik periode September-Oktober BEM STT NF 2015. Di tahun 2016, Aku dapet amanah menjadi Kepala Komisi (III) Kelembagaan dan Kaderisasi DPM STT NF 2016. Dan di tahun  2017 ini, Aku masih menlanjutkan amanah di DPM, yaitu Kepala Komisi Kaderisasi Dewan SANUBARI DPM STT NF 2017.


Grand Closing BEM STT NF 2015

Anggota DPM STT NF 2017


Pada bulan Mei 2015, Aku pernah menjadi Voluntee r(Sukarelawan) di acara se-Asia yaitu GNOME.Asia Summit 2015. Dan karena acara itu penyelenggaranya dari Komunitas GLiB (GNU/Linux  Bogor), Aku akhirnya gabung di komunitas itu sampai sekarang.


GNOME.Asia Summit 2016

Dan pada bulan Agustus 2015, Aku jadi perwakilan kampus pada acara Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional yang dilaksanakan oleh Kemenristek Dikti  tiap dua tahun sekali. Aku mewakili kampus pada cabang lomba Tilawatil Qur’an, dan masa karantina 8 hari di Makara Universitas Indonesia selama pelaksanaan lomba berlangsung.

 MTQMN XIV 2015 



Dan diakhir 2015, tepatnya pada bulan November. Aku mendapatkan tugas sebagai Ketua Pelaksana acara Seminar Teknologi, dimana pada acara tersebut mampu menghadirkan perwakilan dari Kominfo yaitu Pak Bambang (biasa di sapa dengan Pak Ibenk) dan StartUp E-fishery.


Bersama Pak Ibenk dari Kominfo


Pada bulan Oktober 2016, Aku menjadi salah satu pembicara di  acara Se-Asia yaitu OpenSUSE.Asia Summit 2016, yang bertempat di Jogja. Mengangkat judul pada presentasi yang disampaikan yaitu “Women Contribution In Technology Era’s”.

Ketika Presentasi Lightning Talk

Para Peserta dan Pembicara di OpenSUSE.Asia Summit 2016




Dan di tahun 2016, Aku menjadi salah satu Ambassador Kampus, yaitu Baidu Campus Ambassador Batch 2.

Gathering di Acara Ultah Baidu


Bukan hanya itu, karena kegemaran Aku dalam menulis. Pernah menjadi salah satu penulis pada tahun 2016 di Technomuslim.com dan sekarang sedang menjadi penulis paruh waktu pada salah satu dosen di kampus. Dan ketika semester 4, Aku pernah menjadi Asistan Dosen Lab pada matakuliah Basis Data 1.

Ketika proses meng-asdos berlangsung



Pada rilis BlankOn X Tambora, Aku sebagai salah satu Tim Dokumentasi pada rilis tersebut. BlankOn apa? Itu salah satu Operating System Opensource karya  para pemuda Indonesia.


 
Pesta Rilis BlankOn X Tambora di Tangerang

Di tahun 2017 ini belum ada hal-hal berkesan dan menarik. Sekarang Aku lagi sibuk mengerjakan skripsi, karena Aku pengen lulus  3,5 tahun. Target Aku yaitu umur 20 tahun udah punya gelar S.Kom. Setiap orang punya mimpinya masing-masing, ya salah satu mimpi Aku itu. Kalo punya mimpi, yang dibuat target, dilaksanakan, jangan cuma sekedar mimpi dan angan-angan. Dan jangan lupa, do’anya juga diperkuat, karena penentu akhir dari Kuasa-Nya.

Jangan malu,  kamu jangan jadi mahasiswa apa adanya. Tapi jadi mahasiswa yang ada apanya ( punya keahlian atau prestasi khusus, karena masa muda tidak bisa diulang kembali). Mahasiswa regular biasa, maupun mahasiswa beastudi, kalian semua sama. Tidak ada perbedaan derajat, terkadang hanya diri kalian yang membuat perbedaan tersebut.

Mulai-lah beraksi, dan jadikan hidup yang berarti..






Aplikasi Fake Chat, yang di salah gunakan







Kini, kemajuan teknologi tak dapat dihindari. Berbagai macam kemudahan mulai tercipta dengan bantuan teknologi tersebut. Mulai dari membantu kegiatan sehari-hari sampai dalam percakapan. Dulu selain dengan telepon, untuk mendapatkan informasi dari seseorang bisa melalui SMS (Short Message Service) atau layanan text singkat yang ada pada ponsel. 

Ketika penemuan sistem operasi Android, maka tak dipungkiri pula ditemukannya aplikasi percakapan text yang lebih canggih dari SMS. Aplikasi ini memudahkan para penggunanya, untuk berbagi hal-hal yang ingin dibagikan. Seperti, foto, suara, video dsb. Tak memakan waktu yang cuku lama. Kini, aplikasi percakapan tersebut semakin diminati oleh kalangan masyarakat di berbagai negara. 

Bukan hanya itu, aplikasi percakapan palsu atau fake chat-pun dibangun. Berawal untuk lelucon semata, kini aplikasi percakapan palsu tersebut mulai disalah gunakan.
Sejatinya, kita hanya bercakap-cakap dengan diri kita sendiri. Tetapi seakan-akan sedang melakukan percakapan dengan para artis maupun para petinggi pemerintah lainnya. Dengan menangkap layar hasil percakapan palsu yang kita buat sendiri, orang lain aakn percaya bahwa kita sedang melakukan percakapan dengan orang tersebut.


Karena penyalahgunaan aplikasi tersebut, menimbulkan beberapa dampak. Misalnya tercemar nama baik para artis, atau munculnya berita-berita hoax. Untuk itu, untuk para pengguna aplikasi percakapan palsu tersebut untuk tidak menyalahgunakannya. Agar tidak terjadi konflik yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.


Peraturan Grup WhatsApp Info Akademik




            Grup merupakan tempat sekumpulan orang-orang yang memiliki tujuan dan kepentingan bersama. Ada berbagai tujuan dari dibuatnya suatu grup. Untuk mempermudah para anggotanya dalam bertukar informasi yang sedang kekinian dan penting.

            Kini, dengan berkembangnya kemajuan teknologi. Media tukar pesan singkat yang sedang marak yaitu Whatsapp, aplikasi tersebut digunakan untuk wadah bertukarnya informasi para anggota grup. Untuk mempermudah dalam mendapatkan informasi seputar akademik, maka dibuatlah grup ‘Info Akademik’ yang bertujuan untuk wadah dalam berbagi informasi seputar Akademik dan dunia kampus.

Namun terkadang dalam ruang percakapan grup tersebut berisi konten-konten yang tidak sesuai dengan grup tersebut. Untuk itu perlu adanya peraturan-peraturan yang dibuat, berikut peraturan grup Info Akademik diantaranya :

1.      Tidak diperkenankan untuk mempublikasikan seputar iklan atau berjualan di dalam grup.
2.      Berisi tentang info akademik atau jika ada informasi yang dibagikan oleh kemahasiswaan harus berada di paling bawah. Jika setelah membagikan sesuatu di dalam grup, harap menempel ulang informasi kemahasiswaan kembali.
3.      Jika ada pertanyaan, maka gunakan jalur pribadi kepada orang yang bersangkutan.
4.      Postingan berupa gambar atau foto harus menyertakan keterangan.
5.      Sangsi pelanggaran, dikeluarkan dalam grup selama tiga hari.


Berikut peraturan-peraturan yang ada pada grup info akademik. Dengan adanya peraturan tersebut, maka grup akan berfungsi sesuai dengan kebutuhannya.



Mengetahui Keaslian dari Sebuah Foto, untuk Meminimalisir Berita Hoax



Kini, kemajuan teknologi tak dapat dipungkiri lagi. Mulai dari aktivitas sehari-hari, kegiatan belajar mengajar bahkan hobi melibatkan sesuatu yang berhubungan dengan teknologi. Tetapi, bukan hanya untuk hal-hal yang positif teknologi itu digunakan, terkadang ada beberapa oknum yang menyalahgunakan teknologi itu. Salah satu cara menyalahgunakannya adalah dengan mengedit foto, dan menyebarkannya menjadi berita tidak benar.
 Berita ini nantinya akan menimbulkan kontroversi dari pihak pro-kontrak dari masing-masing pendukung gambar tersebut. Untuk itu, dengan menggunakan bantuan perangkat lunak JPEGsnoop. Kita akan menganalisis, apakah foto yang disebarkan pada gambar ilustrasi di berita tersebut asli atau hanya editan belaka. Berikut cara menganalisis foto asli atau editan, diantaranya :

1.      Pasang JPEGSnoop
Jika Anda yang belum memiliki perangkat lunak analisis foto JPEGsnoop ini, unduh dan pasang pada computer atau laptop Anda terlebih dahulu. Setelah sudah selesai dipasang, maka perangkat lunak JPEGsnoop bisa untuk digunakan. Bisa unduh disini.


2.      Pilih Foto
Setelah selesai dipasang, maka  selanjutnya adalah untuk digunakan. Langkah pertama dalam menggunakannya yaitu dengan memilih foto yang akan di analisis. Yaitu dengan mengklik [File] à [Open Image] à [Lalu pilih foto] à [OK]

 


3.      Muncul Tampilan Kode dari Foto

Ketika foto telah dipilih untuk dianalisis keasliannya, maka akan muncul kode-kode dari foto tersebut. Kode-kode ini berisi keterangan dari foto yang telah dipilih sebelumnya.





4.     Anlisis Kode dari Foto

Setelah kode tersebut muncul, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis dari kode tersebut. Dengan menganalisis kode tersebut, maka Anda akan mengatahui foto tersebut asli atau hanya editan belaka.

Cara menganalisinya yaitu dengan mencari kode “ EXIF IFDO @ Absolute “ pada keterangan kode tersebut. Untuk mempermudah dalam pencarian, maka gunakan CTRL+F pada keyboard Anda.




Dari hasil pencarian kode sebelumnya, maka akan terlihat dari foto tersebut. Pada keterangan foto diatas, maka foto tersebut diedit menggunakan Microsoft Windows Foto Viewer, dan pemilik dari fotonya bernama “Muryo Setyo. Bukan hanya itu, kodenya juga menampilkan foto tersebut dibuat, yaitu pada tanggal 13 November 2016. Dengan begitu, jika foto tersebut akan digunakan pada beberapa tahun kedepan sebagai foto ilustrasi, maka foto tersebut bisa diketahui bukan foto asli, dengan melihat pada tanggal foto tersebut dibuat.


Dengan bantuan perangkat lunak JPEGsnopp ini, maka akan mempermudah Anda dalam menganalisis bahwa foto-foto ilustrasi yang ada pada berita merupakan foto asli atau hanya editan. Untuk itu, coba teliti terlebih dahulu sebelum menggap sesuatu itu asli, terkadang kita mudah percaya pada hal-hal yang tak kasat mata, seperti foto yang di edit salah satunya. JPEGsnoop bukan satu-satunya perangkat lunak yang mampu menganalisis foto asli atau editan, masih ada beberapa perangkat lunak yang lainnya. Ini hanya mengambil salah satu contoh untuk mempermudah Anda dalam menganalisis sebuah foto.